24 Maret 2014

Pengalaman

"Pengalaman akan terus bertambah dengan sendirinya seiring berjalannya kehidupan kita".
Itulah mengapa orang-orang yang lebih dulu hidup sebelum kita lebih banyak memiliki cerita ketimbang kita yang hidup sebelum mereka.
Oleh sebab itu carilah pengalaman-pengalaman sebanyak mungkin terutama pengalaman yang positif agar kelak kita bisa menceritakan dan mengajarkan kepada anak cucu kita bagaimana menjalani hidup yang baik.

Jogja, 25 Maret 2014 | 0:48 am
.:: tulisan sebelum tidur ::.

28 Desember 2013

Menunggu

Kalo dipikir-pikir sebenarnya orang hidup didunia itu "menunggu". Bayi yang lahir menunggu menjadi besar agar bisa berjalan, anak SD menunggu lulus agar bisa masuk SMP begitupun seterusnya. Seorang Mahasiswa menunggu lulus kuliah agar bisa lanjut bekerja, setelah bekerja menunggu untuk berkeluarga membina rumah tangga, setelah berkeluarga? Segalanya serba menunggu. Kita menunggu pagi buat sekolah, bekerja setelah itu kita menunggu malam buat beristirahat, seterusnya begitu.  Segalanya serba menunggu.

Sesungguhnya orang hidup di dunia itu menunggu, semuanya serba menunggu. Puncak dari segala menunggu adalah menunggu kematian.

23 Desember 2013

Tiga Jenis Cewek ketika PDKT

Ada tiga jenis cewek ketika kita pendekatan (PDKT):
- Cewek Lampu Merah
- Cewek Lampu Kuning
- Cewek Lampu Hijau

Yang pertama cewek lampu merah, cewek lampu merah itu sudah pasti tidak menunjukan tanda-tanda terang buat kita. Ibaratnya udah stop ditempat jangan  lanjutkan perjalanan.
Yang kedua cewek lampu kuning, cewek lampu kuning itu penuh drama, penuh misteri masih fifty:fifty antara ketrima atau tidak.
Yang ketiga cewek lampu hijau, cewek lampu hijau ketika kita pendekatan sudah menunjukan tanda-tanda kita bakal diterima. Dengan tanda-tanda ketika kita sms atau bbm dsb. Si dia selalu respon pake banget, bila kita menanyakan sesuatu dia selalu menanya balik. Pokoknya keliatan banget lah kalo dia welcome buat kita. Tapi perlu waspada juga siapa tahu dia cewek tipikal pembuat cowok GR atau kepedean.

Nah biasanya rata-rata banyak cewek dengan jenis lampu merah bila kita melakukan PDKT melalui media sosial yang mereka belom pernah bertemu kita sebelumnya. Bagiku dont worry! Biarpun mereka jenis cewek lampu merah akan tetap aku trobos, karena Aku Orang Indonesia! Haha

3 Desember 2013

Rejeki Tersandung Musibah

Ketika anda mendapatkan rejeki sebesar atau sekecil apapun diusahakan anda menyisihkan rejeki anda dengan menyedekahkan, memasukkan ke kotak amal masjid atau kotak-kotal amal yang tersedia ditoko-toko. Kalo semisal dapet rejeki berupa benda atau dorrprize ya kita menyisihkan rejeki itu dengan cara mengambil sebagian uang saku kita untuk disedekahkan atau sedekah dengan menraktir teman-teman. Saya percaya dengan menyisihkan/menyedekahkan rejeki yang kita dapat, kita bisa mendapat berkah. Berkah dalam arti ini kita bisa terhindar dari musibah atau hal-hal lain yang menyebabkan harta kita jadi berkurang karna musibah tersebut.

Islam juga mengajarkan bahkan menganjurkan kita untuk Tahaddust bi an-ni'mah (Tahaddust bin ni'mah) ngetoake nikmat versi bahasa jawanya, Kalo secara bahasa Indonesia memperlihatkan nikmat. Artinya kalo kita mendapatkan nikmat Jangan diri sendiri yang merasakan, orang lain juga harus bisa merasakan nikmat tersebut. kita perlihatkan nikmat/rejeki kita dengan cara menyedekahkan rejeki yang kita dapat atau cara gampangnya kita syukuran, kita nraktir temen-temen kita atau anggota keluarga kita makan dan lain sebagainya. Asalkan yang penting halal. Begitu Ayah saya selalu mengajarkan hal tersebut kepada saya.

Saya menulis hal ini karna saya dapat pengalaman ketika saya mendapat rejeki tetapi saya tidak Tahaddust bin Ni'mah, saya menunda-nunda hal tersebut karna alasan pengen ditabung yang pada akhirnya saya mendapat musibah. Tidak saya sebutkan musibah tersebut yang jelas musibah tersebut berhasil mengeluarkan sebesar nilai rejeki yang saya dapat. Jadi Musibah tersebut Pas banget dengan rejeki saya.

"Angsal rejeki tapi mboten Tahaddust bin ni'mah maraaken musibah"

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin ya Mujibas saailiin

12 November 2013

Tiga Masa

Masa silam sering memenjara kita, lalu pada masa depan, kita sibuk merangkai aneka bayangan yang serba menakutkan. Masa depan itu penting dibayangkan, tetapi tidak untuk ditakutkan.
Pertama karena ia pasti terjadi dan Kedua karena kejadian di depan itu tidak selalu semenakutkan seperti apa yang kita bayangkan.
Begitu sibuknya otak saya ini mengurus masa lalu dan masa depan sampai kadang membuat saya lupa menikmati hari ini.

23 September 2013

Tinggal di dalam kuburan

Kisah seorang pemuda yg hidup selama 17 tahun dalam kuburan

Anda mungkin mengira bahwa ia tinggal di daerah dekat kuburan. 
Tidak! Dia tidak tinggal di daerah dekat kuburan, tapi ia tinggal di dlm kuburan itu sendiri. 

Bagaimana kisahnya? 

Anda mungkin tdk akan mempercayai kisah ini, krn pemuda ini lahir dari keluarga berada. 
Ayah dan Ibunya orang yg terpandang dan memiliki kekayaan yg berlimpah. 
Dlm pandangan masyarakat sekitar, kedua orang tua ini adalah orang tua yg sempurna, 
namun orang hanya bisa menilai apa yg tampak. 

Orang-orang tdk tahu bahwa kedua orang tua terpandang inilah yang memasukkan anaknya ke dlm kuburan,dan menjalani hidup selama 17 tahun di dlm kuburan! 

Setiap hari, sang anak makan, minum dan tidur di dalam kuburan, yang penuh kegelapan. 
Sang Anak juga hanya bisa menjalani apa yang diberikan kedua orang tuanya, tanpa perlawanan. 
Menjelang ulang tahun pemuda itu yang ke-17, 
orang tuanya berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan si pemuda sebagai hadiah ulang tahunnya. 

Sang pemuda berpikir, inilah saatnya dia akan mengajukan permintaannya, 
ia tidak ingin lagi tinggal di kuburan, tapi apakah orang tuanya benar-benar akan mengabulkan permintaannya? 

Hari itu pun tiba. Sang pemuda berulang tahun yang ke-17. 
Kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan hadiah apa yang ia inginkan. 
Sang pemuda menjawab, “Ayah, Ibu… saya tdk meminta banyak, saya hanya minta satu hal.” “Apa, Nak? katakanlah, Ayah dan Ibu pasti akan mengabulkan permintaanmu” 

“Ayah dan Ibu berjanji?” 
“Tentu, Nak. Ayah dan Ibu berjanji akan memenuhi permintaanmu, selama kami mampu.” 
“Ayah… Ibu… saya tdk ingin tinggal lagi di kuburan” 
“Apa? Apa maksud permintaanmu itu, Nak?” 
“Ayah sudah berjanji akan mengabulkan permintaanku, dan hanya itu permohonanku, Yah.” 
“Iya, Nak. Ayah sudah berjanji… tapi… tapi… Ayah tdk mengerti, Nak.” 
“Ayah, sudah 17 tahun saya tinggal di sini, tapi tdk seharipun saya mendengar Ayah atau Ibu membaca Al-Quran. 
Sedangkan Rasulullah pernah mengatakan bhw rumah yg tdk pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya adalah seperti kuburan. 
Saya tdk ingin tinggal lagi di kuburan, Yah.”“ 

”Ayah dan Ibu sang pemuda terdiam. 
“Ayah dan Ibu bahkan tdk pernah mengajariku bagaimana membaca Al-Quran. 
Memang rumah ini mewah, besar dan org2 melihatnya sbg istana. 
Tapi mereka tdk tahu, bhw di mata Rasulullah, rumah ini seperti kuburan. 
Jika Ayah dan Ibu mau menepati janji mengabulkan permintaanku, tolong Yah.. 
Aku tdk ingin lagi tinggal di kuburan. 

Ajarilah aku membaca Al-Quran, agar rumah ini bercahaya dg cahaya Al-Quran. 
”Renungan di manakah kita selama ini makan, minum, tidur dan menetap? di rumahkah? di kos kah? di kontrakan kah? atau kah di kuburan? 
krn Rasulullah mengibaratkan rumah yg tdk pernah dibacakan Al-Quran di dalamnya, seperti kuburan...